Top Menu

Penelitian Perihal Simpulan Zaman 2012 Bangsa Maya

By joe

Posted in | Tags :

Artikel ini ditulis oleh william hart menurut penelitian perihal kalender suku maya, keakuratannya dan hal2 yang bekerjasama dengan tanda-tanda alam yang terjadi akhir-akhir ini.

Dalam artikel yang dimuat di awal 2004, saya menekankan bahwa kita ketika ini berada di putaran matahari terakhir. Periode putaran terakhir ini berlangsung selama 8 tahun, mulai 2004-2012, dan kuberi nama “The Portal”

Artikelku dilandasi oleh penelitian terhadap kalender suku Maya, yang sudah kulakukan selama 27 tahun. Dalam system kalender Maya, saya mengamati siklus bintik matahari, Transit planet Venus dan kaitannya dengan musibah yang terjadi.

Rangkaian simpulan penelitian tersebut belum kutemukan, hingga di tahun 2002. Di tahun itu, saya sadar..tahun 2012 yang katanya, merupakan tahun terakhir dalam kalender suku Indian Maya, juga merupakan klimaks pergerakan matahari dan transit kedua Planet Venus.

Penelitian intensifku terhadap bintik matahari menyampaikan bahwa pergerakan bintik tersebut selama 11 tahun mempunyai dampak besar bagi umat manusia. Percaya atau tidak, tapi hal-hal yang terjadi, menyerupai : perang, peristiwa alam, hingga pergerakan bursa saham, bergerak sesuai dengan arah bintik matahari!

Artikel ini ditulis oleh william hart menurut penelitian perihal kalender suku maya Penelitian Tentang Kiamat 2012 Bangsa Maya

Bintik Matahari

Banyak peneliti independent lainnya berkesimpulan sama denganku. Tapi, tak ada yang menyadari, kaitan kalender suku Indian Maya mengenai tahun 2012 dengan pergerakan transit Planet Venus dan bintik matahari. Ketiganya berhubungan! Inilah alasan kenapa ada istilah “Solar Priest”, dan inilah dasar dari ilmu sains jaman dulu.

Sebenarnya, pemahaman orang Maya perihal sains sangat baik. Menurut Indian Maya, kalender merupakan sebuah siklus yang diberi nama “Siklus Abad Matahari”, yang berlangsung selama 5125 tahun. Menurut orang Maya, kita kini berada di simpulan periode matahari kelima.

Saat saya mencocokkan masa transit Planet Venus pada kalender kita, saya terkejut. Ternyata orang-orang jaman dulu sangat memahami siklus periodic, dan acara astronomic yang gres ditelaah bangsa Barat 300 tahun yang lalu.

Apakah cuma berdasar kebetulan, bila mereka menyampaikan bahwa tahun 2012 ialah simpulan dari system kalender tersebut? Pertanyaan inilah yang membuatku menyelidiki catatan sejarah untuk melihat apakah ada kaitan antara transitnya Planet Venus dan musibah di bumi.

Venus

Apa yang kudapat, membuatku terkejut. Penemuanku ini, ialah balasan dari aneka macam misteri yang menjadi tanda tanya bagi banyak peneliti selama ini. Aku takjub ketika menemukan, bahwa periode transit Venus pernah terjadi di tahun 1518-1526.

Dan, dalam kurun waktu tersebut, seorang lelaki berjulukan Hernan Cortez memimpin 300 tentara Spanyol untuk menduduki Meksiko. Sulit membayangkan, bagaimana 300 orang sanggup menaklukkan Kerajaan Aztec yang sangat berpengaruh dan mempunyai pertahanan militer hebat. Tetapi itu terjadi.

Kemenangan Spanyol ini, mungkin terkait ramalan kuno yang dipercaya para pemimpin kuil. Yaitu mengenai kembalinya Dewa Quetzacoatl di tahun 1 Reed (1518). Dewa tersebut mempunyai kekerabatan bersahabat dengan Planet Venus.

Quetzacoatl digambarkan sebagai pria berkulit putih, berjenggot dan tiba ke Meksiko kuno untuk mendidik masyarakat yang terbelakang, menjadi beradab. Ramalan ini mungkin terdengar menyerupai omong kosong bagi kita. Tapi, bagi bangsa Aztec ketika itu, ketika ada bahtera muncul di perairan Yucatan, Raja Montezuma begitu ketakutan, sampai-sampai tak sanggup berpikir jernih.

Hal ini tercatat dalam sejarah, meski secara logika tak masuk akal. Andai bangsa Aztec tidak percaya pada ramalan ini, maka ke 300 pasukan Spanyol yang tiba sanggup mereka hancurkan dengan mudah. Kenapa bangsa Aztec sanggup terjebak dalam ketakutan yang dalam? Setelah kupelajari, ternyata sebelum Cortez datang, terjadi peristiwa meletusnya Gunung Popocateptyl.

Di samping itu, sejumlah acara paranormal juga terjadi di sana, menyerupai penampakan UFO dan banjir besar yang mendadak melanda ibu kota mereka.

Para pemimpin spiritual Aztec telah meramalkan simpulan peradaban bangsa pembangun pyramid tersebut, yang kemudian direalisasikan oleh kedatangan Cortez, bertepatan dengan periode kedua transitnya Planet Venus, di tahun 1526.

Ramalan perihal tahun 2012 mempunyai aneka macam makna penting, setelah saya menjalankan penelitian ini. Periode transit Planet Venus berikutnya ialah tahun 1631-1639. Dan yang membuatku terkejut adalah, untuk pertama kalinya, setelah periode transit tersebut, bintik matahari menghilang selama 70 tahun.

Dan periode ini dikenal sebagai “zaman es kecil”. Setelah itu, bintik matahari muncul lagi di tahun 1720, dan acara matahari meningkat, hingga mencapai puncaknya, yaitu di tahun 1960.

Kini, semuanya semakin dramatis. Jika orang-orang Indian Maya itu tepat, maka akan ada semacam ledakan matahari yang mencapai puncaknya di tahun 2012, di mana siklus bintik matahari akan mencapai puncaknya secara bersamaan dengan transitnya Planet Venus. Aku kemudian mengumpulkan aneka macam data peristiwa alam, mulai dari tahun 1900 hingga sekarang.

Dan hasil pengamatanku, sangat menakutkan: jumlah, frekuensi dan kekuatan peristiwa alam, mulai dari gempa, letusan gunung hingga angin kencang meningkat pesat semenjak tahun 1960.

Para ilmuwan berusaha menyembunyikan kenyataan ini dari masyarakat luas, dengan memusatkan perhatian kita pada “data rata-rata” (average) saja, bukan data pertambahan jumlah musibah katastrofik .

Statistik yang diterbitkan dibentuk sehalus mungkin, supaya tidak menakutkan, jadi hanya menampilkan jumlah rata-rata saja. Hal ini bertujuan untuk menutupi fakta bahwa jumlah kejadian musibah menyerupai acara vulkanik, gempa, angin kencang dan tanda-tanda alam lainnya,sesungguhnya meningkat tajam selama 45 tahun terakhir!

Apa yang mengakibatkan para ilmuwan tidak transparan? Seolah-olah mereka membiarkan masyarakat luas “terlena”! Ada apa sesungguhnya???

Rutinitas kesibukan dan aneka macam problematika hidup, membuat kita nggak menyadari, bahwa sesungguhnya..di sekitar kita, perubahan-perubahan mulai terjadi. Kalau peristiwa itu bukan peristiwa besar, biasanya kita nggak menyadarinya.

Yang ingin saya tegaskan di sini adalah, para pemimpin bangsa Maya ribuan tahun kemudian sudah mengetahui, bahwa pergerakan matahaari, ketika memasuki periode ini, mengakibatkan peningkatan tajam pada jumlah peristiwa alam.

Matahari sebenarnya merupakan semacam dynamo elektromagnetik yang mempengaruhi biosfir bumi. Jadi, akivitas matahari niscaya berdampak pada planet bumi, sekecil apapun itu.

Sekarang, ayo kita melihat data yang ada! Di kala ke 19, jumlah gempa bumi yang tercatat ada 2119 kejadian, di seluruh dunia. Dan laporan statistic gempa tahun 1970 di Amerika, mencatat 4139 kejadian. Ini di Amerika saja. Bandingkan peningkatannya!

Dan, jumlah gempa terbanyak mulai bermunculan semenjak tahun 1960. Menurut catatan, gempa terbesar ketika itu terjadi di Chili. Bersamaan dengan ini, aneka macam peristiwa lainnya susul menyusul, menyerupai : letusan gunung berapi skala besar, badai, topan dan angin putting beliung.

Pada tahun 1990, Gunung Popocatpetyl meletus, setelah selama berabad-abad tertidur. Dan beberapa gunung di Meksiko juga meletus tak usang setelahnya. Di kala 19, jumlah letusan gunung berapi sanggup dihitung dengan jari. Tapi semenjak tahun 1960, letusan gunung berapi mulai bermunculan. Berikut, catatan daftar peristiwa angin kencang tornado per decade :

Badai Tornado

Periode 1950an, ada 4796 kejadian

Periode 1960an, ada 6813 kejadian

Periode 1970an, ada 8580 kejadian

Periode 1980an, ada 8196 kejadian

Periode 1990an hingga hari ini, lebih dari 10.000 kejadian!!

Pada tiap decade, pertambahan jumlah tornado dahsyat semakin tinggi. Ada 13 masalah tornado di tahun 1996, dan 28 masalah di tahun 1998. Menurut laporan UNISDR (United Nastions Disaster Reduction Agency) terbitan 17 September 2004, musibah meningkat tajam jumlahnya, dengan skala global. Pada tahun 2003, sebanyak 254 juta orang terkena dampak aneka macam musibah yang terjadi. Dan jumlah kasusnya, 3 kali lipat dari tahun 1990.

Menurut statistic milik Pusat Riset Epidemiologi Bencana Alam di Universitas Louvain, Belgia, selama satu decade terakhir, pertambahan jumlah korban musibah sangat pesat.

Kesimpulan ini sejalan dengan pernyataan dari Zurich Re, perusahaan asuransi terbesar dunia, yang menyampaikan bahwa semenjak tahun 1960, musibah bagaikan industri yang perkembangannya begitu pesat.

Para ilmuwan kita gres saja menemukan fakta yang telah diketahui oleh para ilmuwan kuno, ribuan tahun yang lalu, bahwa bumi harus melalui siklus periodic yang mengakibatkan kejadian musibah meningkat pesat.

Namun, para ilmuwan kita belum menyadari bahwa siklus ini dipengaruhi fluktuasi bintik matahari. Inilah inti dari pengetahuan yang dimiliki para ilmuwan kuno. Jangan salah paham dulu, saya belum menyimpulkan apa-apa, dan tidak membuat klaim apapun.

Sejauh pengamatanku, system pengamatan bintik matahari ini sudah dikembangkan semenjak lama. Dan saya berharap, aneka macam kejadian yang melanda planet kita ini, sanggup membuat semua orang menyadarinya. Saat ini, kita semua sedang menghitung mundur ke tahun 2012, dan bumi makin bergejolak, luapan gas panas, banjir, longsor, lahar dan letusan gunung terjadi di mana-mana.

Saya pernah membuat beberapa prediksi mengenai pemahaman ini. Saya pernah menegaskan, bahwa kita semua akan mulai mencicipi akselerasi pertambahan peristiwa alam, ketika transit planet Venus tahap pertama dimulai, yaitu tahun 2004. Ini berarti, kita sudah masuk di Era Portal, dan apa maksudnya?

Lihat saja, jumlah acara vulkanik meningkat tajam. Semuanya dimulai pada tanggal 22 Juni 2004, ketika Gunung Ijen di Jawa, Indonesia, tiba-tiba aktif. Kemudian tanggal 29 Juni, gunung Bezymianny di Rusia meletus. Di Juli 2004, tercatat 8 gunung susul menyusul meletus di seluruh dunia, mulai dari Jepang, Amerika Tengah, hingga Indonesia.

Bulan Agustus, letusan kembali terjadi di daerah selatan Samudera Atlantik, Papua Nugini dan IndonesiaKondisi ini bukanlah acara vulkanik normal. Tak mungkin sanggup susul menyusul secepat itu. Kejadian vulkanik semakin intens di bulan September 2004.

Ada 15 gunung tercatat aktif dengan acara vulkanik yang mengakibatkan gempa skala sedang. Di bulan September 2004, Gunung Aetna di Itali, Mauna Loa di Hawaii dan Gunung Kiki di Jepang secara bersamaan aktif, disusul gunung-gunung yang ada di Kolombia, Alaska, Indonesia, Kongo dan Rusia.

Pada tanggal 5 Oktober 2004, tercatat 10 gunung bersamaan kembali aktif, seiring meletusnya Gunung St.Helens.

Gempa dan Letusan gunung berapi skala besar terus menyampaikan pertambahan, pada setiap decade :

Aktivitas Vulkanik tahun 2004 ( Periode Bulan Juni-Oct 8, 2004)

June 10 Kamchatka Peninsula, Russia 6.9M

June 28 Illinois 4.2M

June 28 Selatan Timur Alaska 6.8M

July 01 Timur Turkey 5.2M

July 24 Selatan Sumatra Indonesia 7.3M

September 05 Pantai Selatan Barat Honshu, Jepang 7.2M

September 05 Pantai Selatan Honshu, Jepang 7.4M

September 28 California 6.0M

October 08 Kepulauan Solomon 6.8M

October 08 Mindoro, Filipina 6.5M

October 09 Dekat pantai Nicaragua 6.

Jika kita mundur ke 5-6 dekade lalu, maka tingkat acara vulkanik dan gempa jauh lebih kecil dibandingkan data ini. Hal ini membuktikan, adanya peningkatan acara vulkanik yang pesat semenjak tahun 1960.

Semua ini sesuai dengan prediksi para Pemuka bangsa Maya. Peningkatan aneka macam musibah dan acara vulkanik mencapai titik puncaknya antara tahun 2010 hingga 2012. Apakah ini berarti dunia akan berakhir?? Apakah ini berarti, punahnya kehidupan??

Prediksi Indian Maya perihal 2012 tidak menyebutkan perihal punahnya kehidupan, tapi, bagi mereka, 2012 ialah AKHIR dari siklus periode 5000 tahun tersebut. Kita semua telah menjadi saksi ganasnya musibah yang terjadi di seluruh dunia dan perubahan-perubahan iklim yang dramatis.

Maksud tulisanku, bukanlah membuat kepanikan, atau ketakutan. Kita harus memakai pengetahuan kuno ini untuk mempersiapkan diri menghadapi era kekacauan yang sedang kita jelang. Perubahan-perubahan sudah terjadi. Mulai sekarang, perhatikanlah alam lebih seksama.

Sadarkah Anda, bahwa para ilmuwan kita sepanjang decade ini begitu intens mempelajari, memantau dan berusaha menyebarkan formula untuk memprediksi peristiwa alam, menyerupai gempa, letusan gunung, angin kencang dan lain-lainnya? Ada satu kepanikan di kalangan para ilmuwan geologi yang tak disadari oleh masyarakat umum. Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Para ilmuwan ini tahu, sesuatu yang dahsyat akan terjadi. Para mahir fisika gempar ketika menyadari matahari mendadak mengalami rangkaian ledakan dan badai. Hal ini tak diduga, alasannya ialah sepanjang tahun 1999 hingga 2001, kita sudah melalui periode siklus bintik matahari. Biasanya, setelah siklus, matahari mengalami ketika tenang. Tapi, ini tak terjadi! Malah aktivitasnya semakin bergolak.

Apa yang sebenarnya terjadi, tak sanggup diperkirakan secara akurat.

Pada tanggal 26 Desember 2004, satu dari empat gempa terbesar yang melanda planet ini terjadi, yaitu gempa berkekuatan 9 skala Richter, yang mengakibatkan gelombang tsunami dahsyat di Samudera Hindia. Sampai hari ini, acara vulkanik di seluruh dunia tercatat masih tinggi.


Sumber https://product.balimediakomputer.com/

Share this story

About The joe

Bali Media Komputer adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan komputer, perlengkapan dan aksesoris komputer. Call Us : 0821 4567 5758

Related Posts

Comments are closed.
btt
BaliMediakomputer.com Toko Online Jual Produk Hardware Resmi Di Denpasar Bali Dengan Pelayanan Tercepat, Aman dan Terpercaya. Call Us 082145675758 - 087762649000 / Email : info@balimediakomputer.com
error: Alert: Content is protected !!