Top Menu

Misteri Adanya Kehidupan Di Bulan

By joe

Posted in | Tags :

Adakah kehidupan lain diluar bumi?

Meskipun pertanyaan yang sedikit asing ditelinga kita, tapi coba kita renungkan..berapa banyakkah planet dan galaxy, benda langit lain yang bertebaran diluar sana? Berapa ribu atau berapa jutakah benda langit di jagad raya ini yang menyerupai atau lebih akrab sama persis dengan bumi kita, apakah Tuhan hanya membuat benda langit yang sanggup dihuni oleh makhluk menyerupai kita ini hanya terdapat dibumi yang kita ketahui selama ini, atau di belahan jagad raya ini juga terdapat suatu kehidupan yang sama persis dengan bumi kita atau mungkin peradaban nya lebih maju dari kita? Makhluk cerdas dari luar bumi yang hingga ketika ini tidak pernah surut diperbincangkan oleh banyak ilmuwan

Bulan.., semuanya niscaya kenal dengan benda mungil ini, benda mungil yang slalu kita liat menemani malam malam kita, slalu menampakkan wajah cantikkya menghibur makhluk bumi yang dalam kegelapan dan kesepian, tapi asal tau aja, wajah bulan yang selama ini kita liat hanya separuh dari bagiannya, sedangkan separuhnya lagi kita tidak pernah melihatnya, Bagian bulan yang terlihat dari bumi/menghadap bumi itu tidak pernah berubah.

Meskipun pertanyaan yang sedikit asing ditelinga kita Misteri Adanya Kehidupan di Bulan

Klik untuk memperbesar

Dalam pencarian jejak kehidupan cerdas di luar Bumi Bulan memang masih penuh dengan misteri. kita belum memahami sisi gelapnya bulan yang tak terlihat itu. Dikatakan, pada sisi gelap bulan itulah berkembang suatu kehidupan cerdas. Nampaknya, para makhluk-makhluk tersebut sangat strategis dalam menentukan tempat untuk membangun sentra peradaban mereka disana, lantaran tidak gampang terpantau dari bumi. Ufology menyebut pangkalan makhluk-makhluk itu sebagai “Luna”. Sejak misi Apollo pertama yang mendarat di bulan (Apollo 11), makhluk-makhluk itu seperti tidak menyukai kedatangan insan kesana. Itu ditandai dengan selalu munculnya benda-benda terbang misterius yang selalu mengikuti dan menyerupai menghalangi jalannya pesawat-pesawat ruang angkasa menyerupai 7 misi Apollo dan beberapa misi Gemini ke Bulan.

Dunia Ufology, menyampaikan ada sebuah pangkalan makhluk asing di Bulan yang sangat rahasia.

Walaupun masih sebatas spekulasi, gejala akan hal ini pernah dialami oleh sebagian daripada kita yaitu para Awak Apollo yang mengunjungi bulan. Dari 7 misi Apollo ke Bulan ( Apollo 11 – 17 ), hanya Apollo 13 lah yang mengalami kegagalan jawaban terjadinya kebocoran modul servis yang menimbulkan hilangnya persediaan oksigen, air, listrik, dan fungsi mesin. Beruntung para Astronot Apollo 13 semua sanggup terselamatkan. Saat mengunjungi bulan, terdapat beberapa kejadian asing yang dialami oleh para astronot Apollo. Nampaknya ada yang merasa terusik oleh kedatangan mereka kesana, dan itu ditandai dengan munculnya serangkaian kejadian-kejadian asing dan ganjil pada ketika para Astronot mendekati satelit alami bumi itu. Benarkah ada suatu pangkalan kehidupan cerdas di bulan yang sangat misterius?

Sebenarnya, kecurigaan-kecurigaan mengenai adanya kehidupan makhluk cerdas di bulan ini sudah sanggup teramati fenomenanya oleh insan di bumi.

Laporan banyak berdatangan dari para andal perbintangan maupun para peminat astronomi dari beberapa negara di seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Dedi Suardi contohnya, tatkala mengamati bulan dengan teleskopnya, laki-laki yang dikenal sebagai seniman, penulis dan peminat serius astonomi ini menyaksikan kejadian asing di permukaan bulan. Pada ketika ia mengamati bulan dengan teropong bintang Calestron Catadiotric yang berdiameter 8 ichi, ia tiba-tiba melihat benda hitam menyerupai anak panah yang dengan gesitnya hilir pulang kampung dari ujung tanduk bulan ke ujung tanduk yang lain. Lebih fantastis lagi, guna mencapai sisi bulan yang lain, benda asing itu hanya memerlukan waktu 1/2 detik!!kejadian ini berlangsung satu jam sebelum lenyap dari pandangan teleskop. Munculnya beberapa obyek-obyek misterius di sekitar bulan juga sempat dilaporkan oleh para pakar perbintangan Amerika dan Perancis jauh sebelum misi Apollo dilaksanakan yaitu ditahun-tahun disepanjang 1920 – 1930 an. Disepanjang era itu, memang kerap muncul laporan dari para andal perbintangan mengenai munculnya segerombolan benda-benda terbang yang bersinar dan bergerak hilir pulang kampung di sekitar bulan. Bahkan laporan-laporan tersebut sempat menghiasi surat kabar dan jurnal-jurnal disepanjang tahun tersebut.

Obyek Terbang bercahaya yang Berhasil Diabadikan oleh Astronot Apollo 14.

Hal yang semakin menggairahkan para peminat astronomi termasuk ufology ialah ketika munculnya laporan mengenai adanya sebuah “jembatan” misterius dipermukaan bulan sepenjang beberapa milyang disaksikan oleh spesialis perbintangan populer John O’Neill. Pada tanggal 29 Juli 53, ia memang menyaksikan obyek “jembatan” asing yang memanjang 12 mil di tempat Mare Crisium Bulan. Namun entah mengapa, beberapa hari kemudian jembatan asing tersebut menghilang. Apakah benar makhluk-makhluk cerdas itu membongkarnya dengan lantaran jembatan itu terlalu mencolok sehingga sanggup dengan gampang diamati oleh insan di Bumi?

(mengingat letaknya juga tidak pada “dark side” dari bulan itu sendiri)

Sementara kesaksian O’Neil tersebut banyak dicemooh oleh para astronom lain, muncullah kesaksian pakar bulan nomor wahid dari Inggris H.P.Walkins, yang menandaskan bahwa ia pun menyaksikan jembatan asing yang tiba-tiba muncul itu!! Setelah itu, Patrick Moore, anggota British Astronomical Association, juga melihat jembatan di Bulan yang menghubungkan satu gunung dengan gunung lainnya di dataran Mare Crisium/ Sea of Crysis. Yang lebih asing lagi, 84 tahun sebelum kesaksian O’Neill, Swift dari Matton II, menyaksikan obyek-obyek yang bergerak melintasi bulan pada tanggal 7 Agustus 1869, dua puluh menit sebelum terjadi gerhana matahari total. Bahkan lima tahun sesudahnya, tepatnya pada tahun 1874, Monsieur Lemey, pakar langit dari Perancis, melaporkan bahwa dirinya melihat objek-objek yang jumlahnya sangat banyak, berwarna hitam, berbondong-bondong melintasi permukaan bulan.

Seorang astronomer Jerman berjulukan J.H. Schroeter, yang hampir sepanjang hidupnya mengabdikan diri pada pembuatan peta Bulan, pada tanggal 26 September, 1788, melihat sebuah sinar cerah keputihan, persis menyerupai bintang, tiba-tiba berkilauan disekitar puncak-puncak dipermukaan bulan Alps akrab kawah atau kepundan Plato. Sinar itu terus menerus memancar kira-kira lima belas menit untuk kemudian hilang. Terang sinar ini mustahil berasal dari sebuah meteor.

Di Lowell Observatory di Arizona, pada tanggal 30 Oktober, 1963, seorang astronomer lain, John Greenacre menyaksikan sinar merah dipermukaan Bulan. Sinar itu berdasarkan Greenacre amat berpengaruh hingga “mirip dengan kerikil permata ruby yang besar.”

Sumber: Freenet4all.com


Sumber https://product.balimediakomputer.com/

Share this story

About The joe

Bali Media Komputer adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengadaan komputer, perlengkapan dan aksesoris komputer. Call Us : 0821 4567 5758

Related Posts

Comments are closed.
btt
BaliMediakomputer.com Toko Online Jual Produk Hardware Resmi Di Denpasar Bali Dengan Pelayanan Tercepat, Aman dan Terpercaya. Call Us 082145675758 - 087762649000 / Email : info@balimediakomputer.com
error: Alert: Content is protected !!